Selamat Datang Di Dunia Arfianhero
Mengapa nama blog ini Arfianhero?
Ya, tentu saja ini pelesetan dari nama si pemilik blog, hehehe...
Saat ini sedang bekerja keras untuk mendapatkan prestasi baik di bangku kuliah, walaupun kenyataan tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Motto = Berpikir ke depan namun maksimalkan hari ini.
Translate
by : BTF
Label
- Anime/Manga (1)
- Blog (2)
- Download CHIP (1)
- Fotografi (1)
- Gallery (1)
- Kesehatan (1)
- Motivasi (7)
- Passing Grade PTN (5)
- Peluang Uang (1)
- Pengalaman (10)
- Pengetahuan (2)
- Peristiwa (5)
- Politik (1)
- Properti (3)
- Tips Elektronik (4)
- Universitas (17)
- Windows 7 (1)
Followers
Mungkin Armani Mengira "Garuda Pancasila" Logo Militer 0
02.34
Dikutip dari Kompas
Kemiripan desain kaus bertajuk A|X Studded Eagle ini terlihat dari posisi kepala burung yang menghadap ke kanan. Simbol-simbol yang ada di dada burung juga melukiskan simbol kelima sila Pancasila dengan simbol Bintang berada di bagian tengah.
Meskipun gambar tersebut sudah disamarkan, simbol Padi-Kapas dan simbol Rantai sepintas masih terlihat. Kedua kaki burung di gambar kaus itu juga mencengkeram papan tulisan, tidak ubahnya lambang negara Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika di bawahnya. Adapun simbol Kepala Banteng dan Pohon Beringin diganti dengan huruf A dan X, merujuk pada konsep desain A|X Studded Eagle.
Kaus tanpa kerah dengan ukuran body fit ini dirilis oleh A|X Armani Exchange, salah satu label milik Armani yang ditujukan untuk pangsa pasar anak-anak muda. Di situs webnya, A|X sama sekali tidak disinggung mengenai hubungan antara desain kaus yang dibuat dalam tiga warna dasar (hitam, putih, dan biru tua) tersebut dan lambang Negara Republik Indonesia. Kaus seharga 29 dollar AS ini hanya disebut memiliki desain logo burung elang yang terinspirasi dari militer dengan sentuhan cahaya yang halus.
A|X Armani Exchange sendiri diluncurkan pada tahun 1991 di Amerika dan hingga saat ini menjadi salah satu merekfashion terkemuka dunia. A|X telah memiliki 140 gerai di seluruh dunia, termasuk di Inggris, Brasil, Argentina, Meksiko, Korea, Jepang, dan Cina.
Belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Indonesia terkait penggunaan gambar Garuda Pancasila di kaus buatan Armani tersebut. Juga belum ada kepastian apakah kaus ini akan beredar di Indonesia. (KOMPASIANA/ISKANDARJET)
Huh akhirnya...Sudah lama saya merasa kalau sudah jarang ngepost lagi yah, hampir 3 minggu kalau tidak salah. Bukan kenapa-napa, cuma karena ada rasa jenuh sementara dan kebetulan juga kalau stabilizer untuk komputer rumah saya rusak, yah pada akhirnya ditunda dulu untuk posting di blog ini.
Judulnya pasti sudah sangat familiar sekali yaa? Bagaimana tidak, kecelakaan Pesawat Hercules, kasus mengenai Manohara Odelia Pinot yang katanya disiksa oleh Raja Kelantan (Tengku Titi kalo ga salah panggilan akrabnya), Ibu Prita Mulyasari yang dipenjara 3 minggu dan sekarang menjadi tahanan kota hanya karena menyatakan yang dia alami di Rumah Sakit Omni Internasional kepada teman-temannya melalui e-mail, dan Malaysia yang seenaknya tanpa aturan masuk ke wilayah Ambalat, Indonesia.
Kejadian-kejadian di atas sangat menyita perhatian media massa dan masyarakat. Lihat saja, waktu Manohara datang ke Indonesia, hampir bahkan selalu media massa memberitakannya. Setelah itu, belum habis "masa berlaku" berita Manohara, kasus Prita Mulyasari muncul. Seharian penuh juga beritanya dilihat oleh banyak orang di Indonesia. Kemudian kasus Ambalat juga, banyak yang merasa kalau harga diri Indonesia diinjak-injak oleh Malaysia.Untuk kasus pesawat-pesawat di Indonesia yang sering mengalami kecelakaan, ada hal yang terpikir oleh saya. Yang salah dimana? Apakah memang pesawatnya memang tidak layak pakai? Kalau iya, sangat disayangkan sekali, karena sebenarnya sudah diperingatkan dari bertahun-tahun yang lalu, mulai dari kecelakaan Lion Air, Garuda Indonesia, belasan kasus pesawat tergelincir, helikopter yang jatuh di Papua dan di tempat-tempat lainnya, tapi kok terlihat kalau bencana itu seperti angin lalu saja. Seperti tidak mengambil manfaat apa-apa dari bencana itu. Atau jangan-jangan uang lebih berharga daripada nyawa. Atau apakah memang pilotnya yang tidak pengalaman dan kurang mahir? Cuaca buruk? Yah, apa pun alasannya tidak bisa menampik bahwa muncul anggapan bahwa Indonesia merupakan negara paling tidak aman dalam transportasinya.
Kemudian Manohara Odelia Pinot yang katanya disiksa oleh suaminya di kerajaan Kelantan. Kalau ini saya tidak bisa komentar, biarlah waktu yang menjawab semuanya. Namun, sangat disayangkan sekali kalau seorang raja yang memiliki gelar terhormat dan dipandang sebagai orang yang patut dicontoh melakukan penyiksaan.
Dan yang membuat kurang masuk di akal adalah mengenai Prita Mulyasari yang dipenjara karena sekedar curhat mengenai pengalamannya di Rumah Sakit Omni Internasional melalui email kepada teman-temannya dan tidak ada niat untuk mencemarkan nama baik rumah sakit itu. Begini, tentu anda semua pernah melihat di koran-koran bagian rubrik surat pembaca kan? Bukankah itu sama dengan apa yang Ibu Prita Mulyasari tulis? Buktinya, sampai sebelum kasus ini muncul, tidak ada satu pun orang yang menulis di surat pembaca, ataupun tempat yang serupa dihukum penjara karena dianggap mencemarkan nama baik. Bahkan tidak sedikit pula suatu lembaga yang diprotes oleh konsumennya, tanpa malu-malu mengakui kesalahannya dan meminta maaf serta melakukan klarifikasi. Dan jika dilihat, kalau Ibu ini hanyalah mengirimkan email yang berisi pengalaman buruknya melalui email kepada teman-temannya. Tidak mungkin sampai ratusan bahkan ribuan yang ia kasih tahu. Bahkan kalau sampai menyebar pun, itu bukan kehendaknya. Saya rasa jumlah pembaca mengenai curhatan Ibu Prita lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah pembaca koran terkenal. Tentu jika memang mencemarkan nama baik, tidak akan sebesar pengaruhnya dibandingkan melalui media lain. Tetapi pengadilan justru mengeluarkan keputusan penjara dan pembayaran ganti rugi. Sangat disayangkan sekali, kok namanya pengadilan tetapi kok tidak adil, hanya dilihat kepentingan rumah sakit Omni saja, tidak memandang bahwa konsumen juga memiliki hak yang juga harus dibela oleh hukum.
Kemudian Malaysia yang mencari-cari masalah saja dengan Indonesia. Sudah tahu kalau ada hukum kedaulatan wilayah masing-masing, tetapi memang niatnya terlihat kalau ingin mencari masalah, ya Ambalat pun sebagai tumbalnya. Indonesia dan Malaysia memang terlihat kurang akur ya, lagu Rasa Sayange yang dicuri Malaysia, Angklung yang seharusnya milik Indonesia dipatenkan di sana, jumlah lagu buatan Indonesia harus dikurangi peredarannya di Malaysia melalui kebijakan pemerintah sana, dan tahu tidak kalau ingin melihat ejekan cercaan secara langsung antara Indonesia dan Malaysia, salah satunya bisa dilihat DI SINI. Tapi tidak baik kalau saya juga menuliskan hal-hal yang bersifat cercaan di sini. Sama saja saya orang yang beda ucapan beda perbuatan kalau begitu.
Ya sampai disini dulu yang aya tuliskan di sini yah. Terlalu berat bagi saya untuk dibahas lebih mendalam karena saya juga bukan ahli politik, umur juga masih muda (belum berkepala 2). Jadi kalau ada yang bersifat sok tahu, maafkan. Ini hanyalah pikiran orang awam yah.
Judulnya pasti sudah sangat familiar sekali yaa? Bagaimana tidak, kecelakaan Pesawat Hercules, kasus mengenai Manohara Odelia Pinot yang katanya disiksa oleh Raja Kelantan (Tengku Titi kalo ga salah panggilan akrabnya), Ibu Prita Mulyasari yang dipenjara 3 minggu dan sekarang menjadi tahanan kota hanya karena menyatakan yang dia alami di Rumah Sakit Omni Internasional kepada teman-temannya melalui e-mail, dan Malaysia yang seenaknya tanpa aturan masuk ke wilayah Ambalat, Indonesia.
Kejadian-kejadian di atas sangat menyita perhatian media massa dan masyarakat. Lihat saja, waktu Manohara datang ke Indonesia, hampir bahkan selalu media massa memberitakannya. Setelah itu, belum habis "masa berlaku" berita Manohara, kasus Prita Mulyasari muncul. Seharian penuh juga beritanya dilihat oleh banyak orang di Indonesia. Kemudian kasus Ambalat juga, banyak yang merasa kalau harga diri Indonesia diinjak-injak oleh Malaysia.Untuk kasus pesawat-pesawat di Indonesia yang sering mengalami kecelakaan, ada hal yang terpikir oleh saya. Yang salah dimana? Apakah memang pesawatnya memang tidak layak pakai? Kalau iya, sangat disayangkan sekali, karena sebenarnya sudah diperingatkan dari bertahun-tahun yang lalu, mulai dari kecelakaan Lion Air, Garuda Indonesia, belasan kasus pesawat tergelincir, helikopter yang jatuh di Papua dan di tempat-tempat lainnya, tapi kok terlihat kalau bencana itu seperti angin lalu saja. Seperti tidak mengambil manfaat apa-apa dari bencana itu. Atau jangan-jangan uang lebih berharga daripada nyawa. Atau apakah memang pilotnya yang tidak pengalaman dan kurang mahir? Cuaca buruk? Yah, apa pun alasannya tidak bisa menampik bahwa muncul anggapan bahwa Indonesia merupakan negara paling tidak aman dalam transportasinya.
Kemudian Manohara Odelia Pinot yang katanya disiksa oleh suaminya di kerajaan Kelantan. Kalau ini saya tidak bisa komentar, biarlah waktu yang menjawab semuanya. Namun, sangat disayangkan sekali kalau seorang raja yang memiliki gelar terhormat dan dipandang sebagai orang yang patut dicontoh melakukan penyiksaan.
Dan yang membuat kurang masuk di akal adalah mengenai Prita Mulyasari yang dipenjara karena sekedar curhat mengenai pengalamannya di Rumah Sakit Omni Internasional melalui email kepada teman-temannya dan tidak ada niat untuk mencemarkan nama baik rumah sakit itu. Begini, tentu anda semua pernah melihat di koran-koran bagian rubrik surat pembaca kan? Bukankah itu sama dengan apa yang Ibu Prita Mulyasari tulis? Buktinya, sampai sebelum kasus ini muncul, tidak ada satu pun orang yang menulis di surat pembaca, ataupun tempat yang serupa dihukum penjara karena dianggap mencemarkan nama baik. Bahkan tidak sedikit pula suatu lembaga yang diprotes oleh konsumennya, tanpa malu-malu mengakui kesalahannya dan meminta maaf serta melakukan klarifikasi. Dan jika dilihat, kalau Ibu ini hanyalah mengirimkan email yang berisi pengalaman buruknya melalui email kepada teman-temannya. Tidak mungkin sampai ratusan bahkan ribuan yang ia kasih tahu. Bahkan kalau sampai menyebar pun, itu bukan kehendaknya. Saya rasa jumlah pembaca mengenai curhatan Ibu Prita lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah pembaca koran terkenal. Tentu jika memang mencemarkan nama baik, tidak akan sebesar pengaruhnya dibandingkan melalui media lain. Tetapi pengadilan justru mengeluarkan keputusan penjara dan pembayaran ganti rugi. Sangat disayangkan sekali, kok namanya pengadilan tetapi kok tidak adil, hanya dilihat kepentingan rumah sakit Omni saja, tidak memandang bahwa konsumen juga memiliki hak yang juga harus dibela oleh hukum.
Kemudian Malaysia yang mencari-cari masalah saja dengan Indonesia. Sudah tahu kalau ada hukum kedaulatan wilayah masing-masing, tetapi memang niatnya terlihat kalau ingin mencari masalah, ya Ambalat pun sebagai tumbalnya. Indonesia dan Malaysia memang terlihat kurang akur ya, lagu Rasa Sayange yang dicuri Malaysia, Angklung yang seharusnya milik Indonesia dipatenkan di sana, jumlah lagu buatan Indonesia harus dikurangi peredarannya di Malaysia melalui kebijakan pemerintah sana, dan tahu tidak kalau ingin melihat ejekan cercaan secara langsung antara Indonesia dan Malaysia, salah satunya bisa dilihat DI SINI. Tapi tidak baik kalau saya juga menuliskan hal-hal yang bersifat cercaan di sini. Sama saja saya orang yang beda ucapan beda perbuatan kalau begitu.
Ya sampai disini dulu yang aya tuliskan di sini yah. Terlalu berat bagi saya untuk dibahas lebih mendalam karena saya juga bukan ahli politik, umur juga masih muda (belum berkepala 2). Jadi kalau ada yang bersifat sok tahu, maafkan. Ini hanyalah pikiran orang awam yah.
Indonesia adalah negara yang besar. Indonesia patut diperhitungkan dalam dunia global. Saya bersyukur dilahirkan dan tinggal di negara ini. Kalau saya dilahirkan di negara lain, semisal amerika atau jepang, mungkin saya akan memandang bahwa hidup saya bisa berjalan karena usaha saya sendiri tanpa bantuan kekuatan dari Sang Pencipta, melihat dunia secara materialistis berlebihan, dan sebagainya. Ataupun jika saya terlahir dan tinggal di Negara Ethiopia, mungkin saya akan menjadi orang yang tidak punya semangat, memandang bahwa dunia tidak adil, dan terbiasa dengan berbagai penyakit.
Indonesia adalah negara yang besar,namun kenapa bisa dijajah oleh Belanda, Portugis, Inggris ataupun Jepang yg luas negaranya kalah jauh dengan Indonesia? Banyak faktor tentunya, seperti kurangnya pendidikan, masih terikat dengan adat istiadat yang jauh dari rasionalitas, karena justru wilayahnya yang luas maka susah untuk menggalang persatuan, menghebatkan orang luar daripada menghargai kemampuan sendiri, dan kurang kritis. -bersambung-
Indonesia adalah negara yang besar,namun kenapa bisa dijajah oleh Belanda, Portugis, Inggris ataupun Jepang yg luas negaranya kalah jauh dengan Indonesia? Banyak faktor tentunya, seperti kurangnya pendidikan, masih terikat dengan adat istiadat yang jauh dari rasionalitas, karena justru wilayahnya yang luas maka susah untuk menggalang persatuan, menghebatkan orang luar daripada menghargai kemampuan sendiri, dan kurang kritis. -bersambung-
Bagaimana suhu yang kalian rasakan akhir-akhir ini? Panasss sekali bukan. Mungkin saat-saat ini adalah suhu udara yang terpanas yang pernah saya rasakan. Apalagi ada hal yang menurut saya aneh, pagi dan siangnya panaaasss sekali, tapi ketika sorenya malah hujan. Dan meskipun hujan, suhunya juga masih sedikit panas.
Pasti tentunya tahu kan mengenai Global Warming? Panas yang tak biasanya ini merupakan sedikit dari gejala global warming. Mengenai penyebabnya kalian pasti juga tahu kan. Oleh karena itu, mulai dari sekarang ada beberapa hal yang dapat kita lakukan. Seperti jangan terlalu banyak membeli kaca (lha..), menggunakan kendaraan bermotor yang sedikit mengeluarkan asap, jika ada lahan kosong di rumah jangan dijadikan tempat penampungan sampah (hehehe) tetapi ditanami dengan pepohonan, dan sebagainya. Kalau kreatif, pasti bisa kann...
Pasti tentunya tahu kan mengenai Global Warming? Panas yang tak biasanya ini merupakan sedikit dari gejala global warming. Mengenai penyebabnya kalian pasti juga tahu kan. Oleh karena itu, mulai dari sekarang ada beberapa hal yang dapat kita lakukan. Seperti jangan terlalu banyak membeli kaca (lha..), menggunakan kendaraan bermotor yang sedikit mengeluarkan asap, jika ada lahan kosong di rumah jangan dijadikan tempat penampungan sampah (hehehe) tetapi ditanami dengan pepohonan, dan sebagainya. Kalau kreatif, pasti bisa kann...
Sungguh luar biasa ketika saya melihat tayangan berita di televisi mengenai serangan Israel ke Palestina. Luar biasa kejamnya! Tidak ada rasa belas kasihan sekali Israel menyerang Palestina. Mengapa seperti itu?
Konflik antara Palestina dan Israel memang sudah berlangsung sejak dulu, sekitar 60 tahun yang lalu. Berbagai cara perundingan sudah dilakukan. Namun tetap saja tidak bisa mendamaikan kedua negara itu. Sebenarnya siapa yang salah?
Korban yang mencapai ribuan orang rakyat Palestina hanya dalam waktu kurang lebih 3 minggu serangan Israel sungguh sangat menakjubkan. Apalagi korbannya kebanyakan wanita dan anak-anak. Protes dari berbagai penjuru dunia menuju kepada Israel, bahkan oleh negara yang non-muslim sekalipun. Masyarakat Indonesia tak henti-hentinya melakukan aksi demo. Bahkan para pemulung pun bersatu ikut menyumbangkan uangnya untuk rakyat Palestina.
PBB dan negara-negara Arab pun tidak bisa mengentikan serangan Israel. Atau mereka tidak terlalu berniat untuk menghentikannya?Takut kepada Israel karena dibantu oleh Amerika?
Sekitar 60 tahun yang lalu, Negara Palestina adalah negara yang memiliki wilayah yang sangat luas jika dibandingkan dengan Israel. Namun sekarang, luas negara itu tidak lebih dari luas Kota Jakarta.
Sungguh kejam sekali Israel menyerang kota berpenduduk 1,4 juta jiwa itu. Menurut beberapa pendapat, Israel bertindak cepat seperti itu karena pemerintahan Bush akan berakhir sebentar lagi. Atau bisa saja itu merupakan balas dendam Bush akibat dipermalukan di dunia setelah insiden pelemparan sepatu.
Itulah dia, tindakan orang Yahudi yang merasa hebat karena merasa tanahnya yang paling banyak melahirkan Nabi dan menganggap dirinya paling pintar dan berkuasa di dunia. Memang benar hal itu karena disebutkan di Al Quran, tetapi keangkuhan dan keserakahan karena merasa paling pintar itulah yang dibenci oleh Allah.
Konflik antara Palestina dan Israel memang sudah berlangsung sejak dulu, sekitar 60 tahun yang lalu. Berbagai cara perundingan sudah dilakukan. Namun tetap saja tidak bisa mendamaikan kedua negara itu. Sebenarnya siapa yang salah?
Korban yang mencapai ribuan orang rakyat Palestina hanya dalam waktu kurang lebih 3 minggu serangan Israel sungguh sangat menakjubkan. Apalagi korbannya kebanyakan wanita dan anak-anak. Protes dari berbagai penjuru dunia menuju kepada Israel, bahkan oleh negara yang non-muslim sekalipun. Masyarakat Indonesia tak henti-hentinya melakukan aksi demo. Bahkan para pemulung pun bersatu ikut menyumbangkan uangnya untuk rakyat Palestina.
PBB dan negara-negara Arab pun tidak bisa mengentikan serangan Israel. Atau mereka tidak terlalu berniat untuk menghentikannya?Takut kepada Israel karena dibantu oleh Amerika?
Sekitar 60 tahun yang lalu, Negara Palestina adalah negara yang memiliki wilayah yang sangat luas jika dibandingkan dengan Israel. Namun sekarang, luas negara itu tidak lebih dari luas Kota Jakarta.
Sungguh kejam sekali Israel menyerang kota berpenduduk 1,4 juta jiwa itu. Menurut beberapa pendapat, Israel bertindak cepat seperti itu karena pemerintahan Bush akan berakhir sebentar lagi. Atau bisa saja itu merupakan balas dendam Bush akibat dipermalukan di dunia setelah insiden pelemparan sepatu.
Itulah dia, tindakan orang Yahudi yang merasa hebat karena merasa tanahnya yang paling banyak melahirkan Nabi dan menganggap dirinya paling pintar dan berkuasa di dunia. Memang benar hal itu karena disebutkan di Al Quran, tetapi keangkuhan dan keserakahan karena merasa paling pintar itulah yang dibenci oleh Allah.
Jakarta International City
2010 ArfianHero. Content in my blog is joining with JakartaInternationalCity.wordpress.com.
- Arfianhero template designed by Simplex Design.
- Powered by Blogger.com.